BERHARAP
Embun pagi
Udara dingin yang menyentuh kulitku
Dan matahari yang masih bersembunyi
Mengawali kegiatanku ini
Langkahku
menuju angkot yang menantiku
Ku
duduk disamping orang asing
Wajah
yang tak akan lagi sama yang kulihat
Lalu pagiku penuh keringat
Tetesan keringat yang menghiasi keningku
Semua orang yang terus memaki
Memaki apa yang sedang terjadi
Semua ini karna kemacetan
Ya kemacetan…
Kemacetan
pagi hari yang mengubah emosi
Kemacetan yang selalu terjadi
Lalu
ini salah siapa?
Oh
Tuhan…
Lelah… aku lelah…
Waktu yang terus berlari meninggalkanku
Waktu yang terus mendekati jam masuk kuliahku
Bagaimana ini?
Ku hanya bisa berharap
Kepada sang pemberi waktu
Ribuan
putaran roda yang menembus jalanan
Mengatarkanku
ketempat tujuan
Huh akhirnya…sampai
Aku datang untuk menutut ilmu
Yang tak boleh kusia-siakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar