Rabu, 18 November 2015

Cerpen Anak-Anak



SI MANIS YANG TERTUDUH


            Pada siang hari setelah saya pulang sekolah. Saya bergegas untuk pulang ke rumah. Kemudian saya berganti  pakaian lalu saya pergi ke dapur untuk mengambil makanan. Karna saya merasa sangat lapar. Menu makanan pada hari itu adalah ikan goreng, setelah saya mengambil ikan goreng itu saya simpan diatas meja makan. Ternyata saya lupa tidak mengambil piring untuk nasi, dengan terpaksa saya pergi ke dapur lagi untuk mengambil piring. Tidak lama Ibu saya memanggil saya “Ratih kemari tolong belikan sabun!” teriak ibu di halaman belakang. “ baik bu” jawabku sambil menemui ibu. Saya pun pergi untuk beli sabun.
            Setelah saya membeli sabun di warung, saya masuk ke dalam rumah. Lalu saya terkejut melihat ikan goreng yang diatas meja makan itu tidak ada. Lalu si Manis yaitu kucingku datang menghapiriku sambil bersuara meong-meong dan bertingkah manja aku sangat kesal pasti si Manis lah yang telah memekan ikan gorengku kemudian saya mengambil sapu untuk mengusir si Manis keluar. “Dasar kucing nakal!” kataku sambil menutup pintu.
            Tak lama kakak ku keluar dari kamar sambil membawa piring yang kotor. “kakak, apakah kakak yang memakan ikan gorengku?” kataku “kakak hanya memakan ikan goreng yang diatas meja” jawab kakak “itu ikan gorengku kak” jawabku “oh itu punyamu” balas kakak. “aku tadi telah menuduh si manis yang menggambil ikan gorengku, aku bahkan telah mengusirnya kak. Aku sangat menyesal” kataku.
             Aku sangat bersalah kepada si Manis padahal si Manis adalah kucing kesayanganku. Mulai sekarang aku tidak akan menuduh sembarangan sebelum aku melihatnya langsung.

Biografi Chairil Anwar



Chairil Anwar

            Chairil anwar dijuluki “Si Binatang Jalang” (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka di Indonesia. Ia lahir di Medan, 26 Juli 1922. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 sekaligus puisi modern Indonesia.
            Chairil Anwar dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensime, hingga tak jarang multi-interprestasi.
            Chairil anawar dibesarkan dalam keluarga yang kurang harmonis. Orangtuanya bercerai dan ayahnya menikah lagi. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha, keduanya berasal dari kabupaten Lima puluh kota, Sumatra Barat. Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai Bupati Inderagiri, Riau. Ia masih punya pertalian keluarga dengan Sultan Sjhrir Perdana Menteri pertama Indonesia. Sebagai anak tunggal, orangtuanya selalu memanjakannya namun, Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apa pun, sedikit cerminan dari kepribadian orangtuannya.
            Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Ia kemudian meneruskan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, ia tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia telah bertekad menjadi seorang seniman.
            Pada usia 19 tahun, setelah perceraian orang tuannya, Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dimana ia berkenalan dengan dunia sastra. Walau telah bercerai, ayahnya tetap menafkahinya dan ibunya. Meskipun tidak daapat menyesuaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasaa asing seperti Inggris, Belanda, dan Jerman. Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang Internasional terkenal.
            Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan pada hidupnya. Dalam hidupnya kesedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih.
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Kerinduanmu menerima segala tiba/ tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta.
            Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, tulus di depan ibunya. Sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Beberapa puisi Chairil juga menujjukkan kecintaannya pada ibunya.
            Ia menikah dengan seorang wanita bernama Haspah. Namun pernikahan itu tidak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tidak berubah, Haspah meminta pisah. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda. Tak lama setelah itu, pukul 15:15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan Sipilis.
            Umur Chairil emang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesastraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh  di dalam mengikuti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya Evawani Chairil Anwar, seorang Notalis di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, ditahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”

Contoh Karangan Narasi Ekspositoris



Karangan Narasi Ekspositoris

LINDUNGI REMAJA DARI BAHAYA ROKOK

            Rokok adalah produk yang berbahaya dan adiktif (menimbulkan ketergantungan) karena di dalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya, merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok, anatara lain yaitu tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin dan nitrosamine. Efek rokok terhadap kesehatan sendiri sangat membahayakan, di antaranya dapat menyebabkan kanker tenggorokan, kanker paru-paru, kanker lambung, penyakit jantung korener, pneumonia, dan gangguan sistem reproduksi.
            Salah satu hal lain yang turut menjadi keprihatian adalah jumlah perokok yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab kenapa perokok baru terus bertambah adalah karena gencarnya iklan rokok yang beredar di masyarakat, iklan, promosi ataupun sponsor kegiatan yang dilakukan oleh para produsen rokok merupakan sarana yang sangat ampuh untuk mempengaruhi remaja dan anak-anak.
            Pada remaja, pengaruh pergaulan teman sebaya juga turut menjadi andil untuk pertumbuhan perokok baru. Hal ini tentu harus menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua untuk dapat memberi pemahaman terhadap anak-anaknya.
            Pada remaja masalah kesehatan jangka pendek termausk diantaranya penyakit yang dapat timbul akibat rokok adalah gangguan pernapasan, kecanduan nikotin serta meningkatkannya resiko untuk menggunakan bahan berbahaya lain termausk obat terlarang.